Kategori: Dongeng

Dongeng Rusa dan Kura-Kura – Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara
Dongeng Rusa dan Kura-Kura – Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara

Hiduplah seekor rusa pada zaman dahulu. Ia sangat sombong lagi pemarah. Sering ia meremehkan kemampuan hewan lain.

Pada suatu hari Si rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja. “Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?”

“Aku sedang mencari sumber penghidupan,” jawab Si kura-kura.

Si rusa tiba-tiba marah mendengarjawaban Si kura-kura. “Jangan berlagak engkau, hei kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!” |

Si kura-kura berusaha menjelaskan, namun Si rusa tetap marah. Bahkan, Si rusa mengancam akan menginjak tubuh Si kura-kura. Si kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.

Si rusa sangat marah mendengar tantangan Si kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar Si kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu. “Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!”

Si kura-kura tidak bersedia melakukannya. Katanya, “Jika aku menendang betismu, engkau akanjatuh dan tidak bisa membalas menendangku.”

Si rusa kian marah mendengar ucapan Si kura- kura. Ia pun bersiap-siap untuk menendang. Ia berancang-ancang. Ketika dirasanya tepat, ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.

Ketika Si rusa mengayunkan kakinya, Si rusa segera memasukkan kaki-kakinya ke dalam tempurungnya. Tendangan rusa hanya mengenai tempat kosong. Si rusa sangat marah mendapati tendangannya tidak mengena. Ia lantas menginjak tempurung Si kura-kura dengan kuat. Akibatnya tubuh Si kura-kura terbenam ke dalam tanah. Si rusa menyangka Si kura-kura telah mati. Ia pun meninggalkan Si kura-kura.

Si kura-kura berusaha keras keluar dari tanah. Setelah seminggu berusaha, Si kura-kura akhirnya berhasil keluar dari tanah. Ia lalu mencari Si rusa. Ditemukannya Si rusa setelah beberapa hari mencari. “Bersiaplah Rusa, kini giliranku untuk menendang.”

Si rusa hanya memandang remeh kemampuan Si kura-kura. “Kerahkan segenap kemampuanmu untuk menendang betisku. Ayo, jangan ragu-ragu!”

Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang- ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh Si rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si kura-kura mengincar hidung Si rusa. Begitu kerasnya tempurung Si kura-kursmengena hingga hidung Si rusa putus. Seketika itu Si rusa yang sombong itu pun mati.

 

JANGAN SOMBONG DAN MEREMEHKAN KEMAMPUAN ORANG LAIN. KESOMBONGAN HANYA AKAN MENDATANGKAN KERUGIAN DAN PENYESALAN DI KEMUDIAN HARI.

Pemilik Telur Emas yang Serakah – Dongeng
Pemilik Telur Emas yang Serakah – Dongeng

Pada suatu hari, hiduplah seorang pedagang kain di sebuah desa bersama istri dan dua anaknya. Mereka memang cukup kaya. Mereka memiliki induk ayam yang indah yang bertelur setiap hari. Tetapi itu bukan telur biasa, melainkan telur emas. Tetapi pria itu tidak puas dengan apa yang biasa ia dapatkan setiap hari. Dia adalah orang yang ingin kaya dalam sekejap.

Pria itu ingin mendapatkan semua telur emas dari ayamnya dalam sekali jalan. Jadi, suatu hari dia berpikir keras bagimana caranya agar ia mendapatkan semua telur dari ayam itu dalam sekejap. Akhirnya dia memiliki sebuah rencana. Ia memutuskan untuk membunuh ayam itu dan mengumpulkan semua telur.

Keesokan harinya, ketika ayam meletakkan telur emas, pria itu menangkapnya, mengambil pisau tajam, memotong lehernya dan memotong tubuhayam itu. Tidak ada apapun selain darah di sekelilingnya dan tidak ada jejak telur sama sekali. Dia sangat sedih karena mulai sekarang tidak akan mendapatkan satu telur pun.

Sebelumnya hidupnya berjalan lancar dengan satu telur sehari. Tapi sekarang, dia sendiri membuat hidupnya sengsara. Hasil dari keserakahannya adalah bahwa ia mulai menjadi lebih miskin & lebih miskin dari hari ke hari dan akhirnya menjadi miskin. Betapa bodohnya dia.

ORANG YANG SELALU MENGINGINKAN LEBIH AKAN KEHILANGAN SEGALANYA, SESEORANG HARUS SENANTIASA MERASA BERSYUKUR ATAS APA YANG DIA DAPAT.